Thursday, June 3, 2010

DJ Milinka + DJ Devina Pelopor DJ Perempuan Indonesia

DJ Cewek Selalu Dibilang Lemah” Musik menghentak. Malam pun kian riuh. Namun, jemarinya masih sangat lincah memutar, menggesek dan memainkan piringan hitam. Kepiawaiannya meramu berbagai jenis musik selalu sukses menimbulkan sensasi. Akrab disapa Milinka, artis, model sekaligus DJ (Disc Jockey) ini merupakan duo pelopor DJ perempuan di Indonesia bersama karibnya Devina. Gadis peranakan Yugoslavia-Indonesia ini memulai kariernya pada November 2005 dengan grup Electric Barbarellas. Selain pernah menjadi mantan kontingen wakil Jakarta pada ajang pemilihan Putri Indonesia 2004, Milinka pernah mendapat penghargaan sebagai Best Rookie DJ 2006 dari Paranoia Award, Best Rookie dan Best Female dari Redma Award pada 2007. Meski tuntutan profesi mengharuskan bekerja hingga pagi, ia tak lantas larut dalam gemerlapnya dunia hiburan yang lekat dengan bermacam perilaku negatif. Ia pun kerap kerja keras membuktikan bahwa pekerjaan sebagai DJ tidak selamanya negatif.

Menurut saya, orang yang berpandangan negatif tentang DJ perempuan itu karena mereka tidak tahu liku-liku dan perkembangan DJ sekarang,” ujar pemilik nama lengkap Milinka Mikaela Radisic ini.

Di sela-sela istirahatnya usai nge-DJ, Milinka menyediakan waktunya berbincang dengan INILAH.COM.

Apa menariknya profesi DJ untuk Anda?

Menurut saya, DJ itu adalah pekerjaan artistik. Tidak sembarangan orang bisa menjalaninya. Menjadi DJ itu harus datang dari dirinya. Jadi, ini perbedaan antara DJ sejati dan DJwannabe.

Perbedaannya seperti apa?

Kalau DJ wannabe, mereka hanya tampil, tapi setelah itu tidak tahu lagi mau ngapain. Mereka tidak tahu bagaimana menjadi seorang DJ yang maju dan membuatcrowd senang.

Tapi kalau DJ sejati itu kelihatan dari cara bermainnya. DJ sejati pasti mainnya sangat antusias, membawakan lagu-lagunya denganfeeling, flow lagunya bagus, trus semakin hari semakin matang dan pasti DJ sejati bikin lagu sendiri.

Hal apa yang paling tidak Anda lupakan menjadi seorang DJ?

Ketika saya bisa nge-dj selama 24 jam nonstop pada November tahun lalu, di K7 Executive Lounge. Saat itu saya seneng banget karena ada 44 DJ, dari yang paling senior sampai Dj yang baru-baru yang mendukung saya saat itu.

Musik apa yang menjadi pengaruh dari permainan DJ Anda?

Influence-nya sih banyak banget, ya. Yang jelas Paul Van Dyk punya pengaruh besar dalam musik saya.

Menurut Anda, bagaimana perkembangan DJ-DJ di Indonesia saat ini?

Menurut saya bagus sekali, karena disc jockey itu sekarang bukan hanya diperlukan pada malam hari saja. Jadi dari siang hari sampai untuk di kantor, acara perkawinan, dan acara ulang tahun. Dan mungkin jauh lebih ekonomis dibandingkan dengan menyewa sebuah band.

Jadi DJ itu bukan suatu hal negatif. Banyak orang tertarik untuk menjadi salah satunya. DJ-DJ female sekarang sudah mulai banyak, tetapi mungkin nama mereka belum begitu terdengar.

Bagaimana pendapat kamu tentang orang yang berpandangan negatif terhadap DJ perempuan?

Saya nggak mau ambil pusing. Karena menurut saya, orang yang berpandangan negatif tentang DJ perempuan itu karena mereka tidak tahu liku-liku dan perkembangan DJ sekarang.

Sekarang begini, orang ngomong kalau seorang perempuan menjadi DJ itu jelek, tidak cowok-tidak cewek. Pekerjaan apapun, mau jadi dokter atau mau jadilawyer, pekerjaan apapun kalau memang jelek, jelek aja.

Kendala apa yang Anda hadapi terutama sebagai DJ perempuan?

Yang pasti sampai sekarang sangat susah sekali menyamakan level dengan DJ laki-laki. Karena selama ini DJ cewek itu dibilang lemah. Jadi untuk menyamakan standar dengan mereka, perlu perjuangan yang gigih dan tahan mental.

DJ cowok juga tidak akan mudah memberi kesempatan pada DJ cewek, di bidang apapun juga sama seperti itu.

Apa yang Anda lakukan menghadapi diskriminasi?

Saya harus terus latihan dan berusaha tetap konsisten agar bisa membuktikan kalau saya tidak cuma jual tampang. Saya berharap agar para DJ wanita yang lain juga terus berusaha maju dan melakukan profesinya dengan keahlian, bukan sekadar jual tampang. Karena itu kita sangat berharap pemerintah mendukung para DJ di Indonesia.

Menurut Anda, bagaimana seorang DJ bisa dikatakan suskes?

Seorang DJ bisa dibilang sukses kalau sudah diterima di dalam negeri, dikenal di negeri orang, sudah pernah bermain di lima benua, dan punya album sendiri.

Apa rencana Anda ke depan?

Saya dalam waktu dekat ini akan tandatangan kontrak dan akan mengeluarkan album. Ada lagu-lagu dari luar negeri yang di remix ulang dan ada juga lagu-lagu yang dibuat sendiri.

Tapi di album itu saya tidak sendiri. Saya akan berkolaborasi dengan DJ Reynold, dia senior saya. Dia satu-satunya DJ Indonesia yang sudah dua kali berturut-turut tur di Eropa. Dan tahun ini, padasummer [2008] nanti, saya yang akan pergi ke sana untuk menggantikan dia.

Sumber : http://www.langitperempuan.com

DJ MILINKA

Pada event pesta musik techno-rave Street Parade 2008 di kota Zurich, Swiss, yang dibanjiri 820.000 pengunjung dari segala penjuru dunia, Milinka Mikaela Radisic menjadi satu-satunya DJ dari Asia yang diundang untuk berpartisipasi meramaikan acara gebyar tahunan di bulan Agustus tersebut. Kemudian, ia juga menjadi perempuan DJ pertama dari Indonesia yang tampil di Ibiza, Spanyol, ketika pada bulan Oktober 2008 ia diberi kesempatan untuk men-deejay beberapa klub terkemuka di sana. Ibiza adalah tantangan tersendiri bagi Milinka, karena selama ini baru tiga orang disc-jockey Indonesia yang mendapat kesempatan tampil di pulau wisata Laut Mediterania itu, dan ketiga-tiganya lelaki. Ia mengaku menjalani hidupnya sebagai seorang disc-jockey dengan kesungguhan penuh. Secara formal ia mengikuti pendidikan selama tiga bulan, kemudian dari situ mengembangkan diri secara tak henti-hentinya, mengingat persaingan di dunia profesi yang didominasi kaum lelaki ini begitu keras dan berwawasan internasional. Baginya yang terpenting adalah rajin, disiplin dan kerja keras. Setiap mempersiapkan diri untuk show, ia harus punya kombinasi pilihan lagu-lagu yang pas untuk tempat dan suasana. Terkadang hanya butuh satu jam saja untuk menemukan kombinasi lagu yang pas, tetapi di lain waktu ia bisa buntu dan butuh waktu sampai seharian penuh untuk menciptakan kombinasi yang bagus. Dalam perencanaan dan pelaksanaan ia berpegang teguh pada disiplin agar mampu fokus, tidak lepas kendali, dan menguasai suasana dari awal hingga akhir.

Milinka dianggap sebagai DJ pro yang meruntuhkan segala persepsi stereotip tentang seorang DJ yang umumnya bekerja di tengah kehidupan malam. Dalam pengalamannya, profesi DJ samasekali tidak berhubungan dengan apa yang dinilai kebanyakan sebagai negatif. Sehari-hari maupun dalam pekerjaan DJ Milinka mengaku tidak merokok, minum alkohol ataupun menggunakan narkoba. Kerja DJ menghendaki konsentrasi dan kontrol penuh, maka ia tidak punya pilihan lain kecuali disiplin-diri.

Walau mencatat prestasi yang mengagumkan di Zurich dan Ibiza selama tahun 2008, Milinka mengaku bahwa ia masih ingin loncat lebih tinggi dan meraih predikat sebagai DJ kaliber internasional yang wahid. Ketika berbagi tentang bagaimana ia akan mencapai impiannya itu, DJ Milinka dengan jernih sekadar mengatakan bahwa ia memilih untuk menjalankan segalanya dengan hati. Ia yakin, apabila pekerjaan dijalankan dengan dengan senang hati maka pekerjaan itu akan menjadi hidup dan menghidupkan semua yang tersentuh.

Biodata

Nama lengkap: Milinka Mikaela Radisic

Tempat/tanggal lahir: Jakarta, 10 November 1978

Warna kesukaan: Hitam/Merah/Putih

Film kesukaan : Serendipity

Prestasi:

- Perempuan DJ Indonesia pertama yang tampil di Ibiza, Spanyol

- Satu-satunya DJ dari Asia yang turut berpartisipasi dalam Street Parade 2008, di Zurich, Switzerland

- Best Rookie DJ 2006 – Paranoia Award

- Best Junior DJ 2007- Redma Award

- Best Female DJ 2007- Redma Award

- Finalis Puteri Indonesia 2004

Situs pertemanan :

http://www.myspace.com

http://www.facebook.com

Wednesday, June 2, 2010

UPDATE: Alan Jackson

If the children will put on their thinking caps and try to remember all the way back to June of 2009, they may recall the day Your Mama prattled on about country music star Alan Jackson and Sweetbriar, his sprawling estate in rural Franklin, TN that he had listed with a husky and exuberantly optimistic asking price of $38,000,000.

Word is now slip sliding down the gossip grapevine that Mister and Missus Jackson have pulled a rabbit from a real estate hat, unloading their lavish 135-acre spread and its nearly 19,000 square foot mansion for a record breaking $28,000,000 and change.

While the sale price is a titanic ten million clams less than Mister and Missus Jackson had hoped and aimed for, it's still many millions more than any other residential property in the Nashville area has sold for in recent memory and well over double the $11,500,000 that tech and entertainment tycoon Todd Wagner laid out in 2007 for Deer Park Farm, country queen Tanya Tucker's 22,600 square foot behemoth on 500 acres in Arrington, TN.

The new owners, according to property records and recent reports, are Willis and Reba Johnson. Mister Johnson founded a company called Copart, Inc, a Fairfield, CA based operation that auctions busted up automobiles for insurance companies and other entities with bunches of wrecked up cars to sell. According to recent filings, Mister Johnson's stake in the publicly traded company adds up to a whopping $340,000,000, making him more than financially qualified to buy and maintain an estate of this magnitude.

Property records show that among various other properties, Mister and Missus Johnson own a monster mansion on a 79-acre vineyard in the pristine Suisun Valley, just outside of Fairfield, CA. As it turns out, Your Mama has–or rather once had–a vague connection to the Suisun Valley. About a hundred years ago, when Your Mama was just a baby-faced pipsqueak attending university in northern California, we had a short but large chested and ostensibly heterosexual roommate who worked as a stripper in the local gay bars whose grandfather was an eccentric muckety-muck in the Suisun Valley. This multi-millionaire, while nine kinds of strange, was nothing but kind to Your Mama. In fact, he once purchased us a pair of sneakers at the local flea market because he didn't like us running around barefoot on his tennis court and he would sometimes do head scratching things like drive over to the local vegetable stand in his vintage convertible Rolls Royce–white with red leather interior, natch–in nothing but an itty bitty Speedo style bathing suit. We speak the truth, kiddies.

Anyhoo, in addition to the colossal colonial style mansion with its 6 bedrooms, 9 terlits, 5 fireplaces, and 20-car garage, Mister and Missus Johnson's super-sized new digs in Franklin, TN include an entrance hall with two circular staircases, a hotel lobby-like living room with a Chevy-sized chandelier–or, as Your Mama's Big Daddy would say it, a Shivvy-sized shandaleer–a paneled office suite, country kitchen, double height family room, and a sun porch that overlooks the swimming pool and spa.

The extensive grounds contain a barn-like building that houses an indoor tennis/basketball court, numerous pastures, a fish stocked 10-acre pond with sandy beach and three bay boat house, a barn with 2 bedroom apartment, and a massive entertainment terrace with outdoor fireplace. Just in case that isn't enough to maintain, there's also an ATV/go-cart track, an grass airplane runway, and a 2-bedroom log cabin that sits next to the Harpath River that winds along the edge of the property.

In June of 2009, Mister and Missus Jackson told a local newspaper that they were looking to downsize into sometime more manageable and less high maintenance.